Minggu, 03 April 2011

Penulisan Artikel Ilmiah Populer

INGAT : 7 BUTIR
DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
POPULER

1.   TOPIK
Ÿ   AKTUAL
Ÿ   MENARIK
Ÿ   BERMANFAAT
2.   MATERI :
Ÿ   MENGANDUNG UNSUR ILMIAH
Ÿ   TERKAIT HASIL
Ÿ   OLEH LEMBAGA BERKOMPETEN
Ÿ   DAPAT DI PERTANGGUNGJAWABKAN
3.   BOBOT :
Ÿ   BOBOT ISI TIDAK BERAT
Ÿ   MUDAH “DI CERNA” PUBLIK
4. BAHASA :
Ÿ   DALAM BAHSA INDONESIA YANG BAIK/BENAR
Ÿ   SESUAI EYD & NORMA KAEDAH BAHASA BAKU
Ÿ   ISTILAH ASING, BERIKAN PADANANNYA
5. PANJANG :
Ÿ   TIAP MEDIA BERBEDA
Ÿ   SKITAR 4 RIBU KARAKTER ATAU 3 A4 KOMPUTER/CD
6. GAYA PENULISAN :
Ÿ   KHAS, TIAP ORANG BERBEDA
Ÿ    LAKUKAN PERBANDINGAN
7. KUTIPAN :
Ÿ   JANGAN PLAGIAT
Ÿ   SEBUT, JIKA ADA KUTIPAN DARI SUMBER LAIN
ARTIKEL ILMIAH POPULER DALAM SURATKABAR

PENGANTAR

Di antara content media suratkabar adalah artikel. Publik membeli media cetak mungkin tertarik dengan artikel yang di saji kan. Begitu pula saat mangakses media on-line, bukan mustahil ada artikel yang di cari.

Sajian artikel dalam suratkabar, boleh jadi karya jurnalistik para jurnalis. Namun ada juga artikel kiriman dari publik. Umum nya, dalam rubrik OPINI, tersaji artikel. Bukan hanya itu, Ada rubrik-rubrik kkhusu lain nya seperti Olahraga, Kesehatan, Seni, Budaya, Wanita, & Keluarga, menghadiri artikel.


Dari sekian banyak artikel tersebut, publik mengenal apa yang di sebut dengan artikel ilmiah dan artikel ilmiah populer.

ILMIAH POPULER

Secara umum, hal yang membedakan antara artikel ilmiah dan ilmiah populer adalah pada bobot isi.

Ÿ   Di dalam artikel ilmiah, publik akan di hidangkan bobot yang tergolong berat. Bukan saja kadang kala istilah-istilah ilmiah, tetepi juga data dalam berbagai bentuk. Pokoknya, mereka dengan latar belakang disiplin ilmu yang sama, yang akan lebih mudah memahami content artikel ilmiah.

Memang, publik dari disiplin ilmu berbeda juga mampu atau berupaya mencerna sajian artikel ilmiah itu, namun agak nya butuh waktu. Dari sisi lain, mungkin juga pemahaman atas urainnya tak akan begitu mendalam. Bagi orang tertentu yang memiliki minat mendalam atas disiplin ilmu tertentu tersebut, tentu akan lebih paham, meski ia dengan latar belakang ilmu yang berbeda.

Sebagai cotoh :
Istilah kedokteran, tentu tak mudah di mengerti oleh publik yang tidak pernah menekuni bidang medis tersebut.

Hal serupa jika di sajikan rumus kimia dalam artikel dari penulis lulusan Fakultas Ilmu Matematika & Pengatahuan Alam (FMIPA)

Ÿ   Lain hal dalam artikel IMIAH POPULER

Ciri khan dari artikel kelompok ini antara lain :
a.   Diurai dengan untaian kata dan kalimat yang mudah di mengarti publik.
b.   Menghindari penggunaan istilah ilmiah. Kalaupun terpaksa ada, sangat sedikit. Itupun di beri arti “dalam kurung ­ = ( ……)”.
c.   Di tulis secara umum agar publik dengan latar belakang disiplin ilmu saja, da yakini bisa mencerna.
d.   Uraian secara populer dalam artikel ini, di maksud kan dengan bahasa yang tidak sulit. Bahkan selalu di dengar publik dalam kehidupan sehari-hari. Atau, sering di utarakan dalam pemberitaan suratkabar. Sehingga, begitu di baca, langsung dapat di mengarti makna ataupun yang tersirat.
e.    Data pendukung dalam berbagai bentuk, sangat di kurangi. Jika ada, seumpama angka-angka atau grafik, memang mudah di baca.

PIRAMIDA

Sebagai artikel, dalam suratkabar, dalam penulisan artikel ilmiah populer tersebut tetap mengacu pada bentuk PIRAMIDA. Secara umum, ada 3 bagian :

          







Jika artikel mengacu pada bentuk piramida normal, lain hal dengan berita yang berpedoman pada piramida terbalik.

Dalam teknik penulisan berita dan artikel, termaksud untuk artikel ilmiah populer, perbedaan acuan tersebut hendaknya menjadi perhatian para penulis.

Hal tersebut penting, karena titik berat dan/atau bobot isi berita maupun artikel ilmiah populer akan di tempatkan dengan tepat. Penempatan tiga bagian yang masing-masing berbeda itu, menjadi ciri khas dalam penulisan berita atau artikel, tidak kecuali artikel ilmiah populer.

BAHASA

Demilihan kata untuk menjadi untaian kalimat-kalimat yang menarik, merupakan sesuatu yang tidak boleh di anggap sepele. Kemampuan setiap penulis dalam hal ini, akan menentukan seberapa jauh kualitas artikel ilmiah populer tersebut.

Pembaca akan segera berkomentar, saat membaca atau seusai membaca artikel itu. Pembaca mamberikan penilaian :

*  “Artikel ini, enak di baca”.
*  “Tulisan yang membosankan”.
*  “Entah kemana arah artikel ini”.
*  “Lebih cocok di sebut artikel TAK populer”


Itulah beberapa komentar yang muncul dari pembaca secara spontan. Hal itu wajar. Pembaca, segera menilai kemampuan Anda dalam penguasaan Bahasa Indonesia.

Ya, penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) berikut norma-norma /kaedah Bahasa Indonesia, menjadi fokus.

Uraian jangan bertele-tele. Ini tercermin dalam yang misalnya berulang-ulang, sehingga melahirkan kebosanan pembaca.

LAIN-LAIN

Hal lain yang perlu di catat antara lain :
*  Memilih topik.
Pilihan topik yang aktual tentu ikut menentukan daya tarik pembaca untuk membaca artikel anda. Kalaupun topik lama, tetapi masih aktual di pakai atau berlaku saat kini dan uraikan dengan gaya yang menarik.
*  Anda pernah mendengar ucapan : “Jangan satu nafas ?”. Itu artinya, satu paragraf jangan panjang. Lebih singkat lebih baik.
*  Ingat, jika berita : Lead atau teras merupakan kunci, daya tarik awal. Sebaliknya pada artkel, justru klimaks berada pada bagian akhir artikel
*  Sumber atau referensi/daftar bacaan/kutipan agar disebut dengan jelas, untuk menghindari tuduhan plagiat.







Stabat, 18 April 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar